KERAJAAN YANG KEHILANGAN RAJA
Pada suatu pagi, seluruh penduduk Kerajaan Arvand bangun dan menemukan bahwa rajanya hilang. Bukan meninggal. Bukan diculik. Hilang. Mahkota masih berada di atas singgasana. Pedang masih tergantung. Sepatu masih tersusun di kamar. Tetapi Raja Edran tidak ada. Para penyihir mencari. Tidak ditemukan. Pasukan mencari ke seluruh penjuru negeri. Tidak ditemukan. Akhirnya seorang tukang kebun tua berkata, "Jangan cari rajanya." Semua orang menatapnya. "Carilah alasan mengapa ia ingin hilang." Tidak ada yang mendengarkan. Kecuali Putri Alena. Ia pergi sendirian. Di luar kerajaan, ia menemukan sebuah rumah kecil di tepi hutan. Seorang laki-laki tua sedang menanam kentang. Alena berhenti. "Ayah?" Laki-laki itu menoleh. Ia tersenyum. "Akhirnya kamu datang." Alena menangis. "Kenapa Ayah meninggalkan kerajaan?" Raja Edran menancapkan cangkul. "Karena selama tiga puluh tahun aku memerintah agar rakyatku bahagia." "Dan?" "Ak...